Bentrok di Alam Sutera, 11 Tersangka Ditetapkan

Para tersangka ini adalah warga sekitar dengan pekerjaan sebagai tukang ojek, pedagang, dan buruh,” kata Endang kemarin. Sebelas tersangka itu berinisial MLS alias M bin S, 43 tahun; SP alias SL bin SS (27); SD alias BT (42); MN alias M (50); JND alias J (40); AG (30); EDG (35); AJ (30); DN (35); SHD alias IS (43); dan MP alias VR, 40 tahun. Mereka dianggap telah melakukan tindakan premanisme karena mengintimidasi dan melakukan perusakan.

Ketika bentrok terjadi, lima dari mereka, yakni MLS, SP, SD, MN, dan JND, menurut Endang, mengenakan pakaian gamis tapi tubuhnya penuh dengan tato. “Tidak mencerminkan jiwa religius,” ujarnya.

Para tersangka itu, kata Endang, dijerat dengan Pasal 160 dan 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penghasutan, perusakan, dan pengeroyokan. Akibat bentrok tersebut, dua polisi terluka karena terkena lemparan batu. Dari sebelas tersangka, polisi masih memburu SHD dan MP, yang diduga menggerakkan massa.

Bentrok antara massa FPI dan satpam Alam Sutera serta polisi ini pecah saat FPI menduduki lahan seluas 2,3 hektare di kawasan Alam Sutera yang diklaim milik ahli waris bernama Munting bin Ronald Roti. Koordinator FPI Tangerang, Muhammad Assegaf, mengatakan kehadiran ormas itu lantaran ingin membela hak pemilik tanah yang diserobot pengembang.

Adapun kuasa hukum Alam Sutera, Kamarudin, menyatakan klaim yang dikemukakan Munting hanya akal-akalan untuk mendapatkan uang dari pengembang. “Dalam tiga kali pertemuan, pihak Munting tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan tanah,” katanya. Kamarudin mempersilakan ahli waris mengajukan gugatan hukum atas kepemilikan lahan itu.

Penetapan tersangka ini berimbas hingga ke Jakarta. Massa FPI yang terdiri dari sekitar 200 orang berunjuk rasa di depan markas Polda Metro Jaya. Mereka menuntut agar Kepala Polres Kota Tangerang dicopot. “Kepala Polres Kota Tangerang membantu merampas hak tanah masyarakat,” ujar Alfiyan Tanjung, koordinator unjuk rasa.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan demonstrasi FPI itu merupakan bentuk solidaris mereka atas bentrok gara-gara sengketa lahan di Alam Sutera, Serpong. “Karena yang punya tanah anggota mereka juga,” ujarnya.JONIANSYAH | M. ANDI PERDANA

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s