Uji Kepatutan Calon Anggota BPK Diduga Hanya Formalitas

Firdaus mengaku tidak tahu siapa saja calon kuat tersebut. Namun ia menilai posisi anggota BPK II, Taufiequrachman Ruki-yang memasuki masa pensiun-cukup strategis. Hal ini terlihat dari salah satu kasus korupsi besar, seperti proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. “Jika yang terpilih punya konflik kepentingan dengan kasus-kasus tersebut, ada potensi audit tidak bermutu.”

Lebih jauh, Firdaus mengatakan, banyaknya anggota Komisi yang absen dalam uji kelayakan menunjukkan mereka tidak serius mengeksplorasi para kandidat lebih jauh. Karena itu, ia menyarankan agar seleksi anggota BPK tahun depan melalui proses panitia seleksi. “Untuk mendapat kandidat yang memiliki kapabilitas, integritas, dan profesionalitas, bukan untuk mengakomodasi perimbangan kepentingan politik saja.”

Minimnya anggota Komisi yang hadir menguji para kandidat anggota BPK juga mengindikasikan lobi di tingkat fraksi sudah usai. “Memang, sepertinya fit and proper test itu formalitas saja karena lobi di tingkat partai dan fraksi sudah selesai dilakukan oleh masing-masing calon dan pengurus partai,” kata sumber Tempo.

Sejumlah kejanggalan kembali muncul dalam uji kepatutan dan kelayakan calon anggota BPK kemarin. Salah satunya adalah tidak semua kandidat anggota BPK tahu bidang audit yang akan diembannya jika terpilih menggantikan Taufiequrachman Ruki.

“Saya tidak tahu,” kata Rustam Efendy, salah satu calon anggota BPK yang mengikuti uji kelayakan di Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat kemarin. Hal tersebut menjawab pertanyaan anggota Komisi dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie O. F. Palit.

Sejak dua hari lalu hingga kemarin, Dolfie adalah satu di antara sedikit anggota Komisi Keuangan yang terus hadir menguji. Selain menguji pengetahuan dasar kandidat soal keuangan negara dan tugas BPK, ia juga menanyakan terobosan para kandidat jika terpilih nanti.

Tidak hanya Rustam, kandidat lainnya seperti Jupri Bandang juga tidak menjelaskan tugas yang akan diembannya. “Saya dengar-dengar Pak Ruki menangani sektor keuangan. Kira-kira begitu. Dengan demikian, saya akan belajar banyak dari yang selama ini dilakukan Pak Ruki. Mudah-mudahan saya bisa.”

Ruki sebelumnya adalah anggota BPK II yang membidangi audit investigasi dan audit di sejumlah instansi, seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Bappenas, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Badan Pusat Statistik, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Sebanyak 21 calon anggota BPK menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi Keuangan dan perbankan sejak Selasa lalu hingga kemarin. Hanya satu calon, Muhammad Misbakhun, yang mundur. MARTHA THERTINA | RR ARIYANI

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s